Social Icons


twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Pages

Kamis, April 19

MORFOLOGI DAUN SEMPURNA DAN DAUN TIDAK SEMPURNA

   I.             TUJUAN PRAKTIKUM

1.     Untuk mengetahui beberapa daun sempurna dan tidak sempurna
2.     Untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk daun yang termasuk daun sempurna dan daun tidak sempurna

    II.                LANDASAN TEORI
1.      MORFOLOGI DAUN SECARA UMUM

Masing-masing dedaunan yang tumbuh di berbagai tumbuhan di dunia ini memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut ditunjukkan dari berbagai hal, yaitu bentuk daun keseluruhan, bentuk ujung dan pangkal daun, permukaan daun, dan tata daunnya (Tabel 1).
Tabel 1  Berbagai istilah dalam menjelaskan bentuk-bentuk daun 
No
Istilah
Penjelasan Istilah
Bentuk Daun
1
Deltate
Bentuk delta, menyerupai bentuk segitiga sama sisi
2
Elliptical
Ellips, bagian terlebar di bagian tengah daun
3
Elliptical Oblong
Berbentuk antara ellips sampai memanjang
4
Lanceolate
Bentuk lanset, panjang 3-5 x lebar, bagian terlebar sekitar 1/3 dari pangkal dan menyempit di bagian ujung daun
5
Oblong
Memanjang, panjang daun sekitar 2 ½ x lebar
6
Oblong lanceolate
Berbentuk antara memanjang sampai lanset
7
Oblong obovate
Berbentuk antara memanjang sampai bulat telur sunsang
8
Oblong cylindric
Berbentuk antara memanjang sampai silindris (bulat)
9
Oblong elliptic
Berbentuk antara memanjang sampai ellips
10
Oblonceolate
Bentuk lanset sungsang
11
Obovate
Bentuk bulat telur sungsang
12
Orbicular
Bundar, panjang sama dengan lebar
13
Ovate
Bentuk bulat telur, bagian terlebar dekat pangkal daun
14
Reniform
Bentuk ginjal, pendek dan lebar, seperi daun waru
Pangkal dan Ujung Daun
1
Accuminate
Meruncing
2
Acute
Runcing
3
Cuneate
Bentuk segitiga sungsang (baji)
4
Obtuse
Tumpul
5
Rounded
Bundar, membusur penuh
6
Truncate
Terpotong
Permukaan Daun
1
Glabrous
Tanpa rambut, gundul, licin
2
Pubescens
Berbulu pendek, lembut
3
Rugose
Berkeriput, tulang daun tenggelam
4
Tomentose
Berambut seperti wool, ikal
Tata Daun
1
Alternate
Berseling, hanya satu helai daun melekat pada setiap buku, daun tertata mengitari ranting seperti spiral
2
Opposite
Daun berpasangan dan berhadapan (bersilang) pada lingkaran ranting (buku) yang sama
3
Sub-opposite
Modifikasi dari alternate, dimana daun tertata sehingga tampak seperti bersilang (opposite)
4
Verticillate
Lebih dari dua daun pada buku yang sama (berlingkar)

Sumber: Istomo et al. (1997)

Agar dapat dipahami secara lebih jelas, macam-macam bentuk daun jika digambarkan adalah sebagai berikut:

Gambar Bentuk Daun
Adapun macam-macam bentuk permukaan daun adalah sebagai berikut:


Bentuk Permukaan Daun

Bentuk ujung, pangkal, dan tepi daun pun berbeda-beda seperti yang digambarkan oleh gamber berikut:
Bentuk ujung daun
Bentuk pangkal daun

Bentuk Tepi Daun

Daun sebagai organum nutritivum mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.      Memungkinkan terjadinya resorbsi (pengambilan zat-zat makanan terutama yangberupa zat gas CO2).
2.      Memungkinkan terjadinya asimilasi (pengolahan zat-zat makanan).
3.      Memungkinkan berlangsungnya respirasi (pernafasan).
4.      Memungkinkan berlangsungnya transpirasi (penguapan air).

         Kelengkapan daun bisa terlihat dengan adanya bagian-bagian seperti vagina(pelepah), petiolus (tangkai daun), dan lamina (lembaran daun). Daun lengkap dapat kitajumpai pada beberapa macam tumbuhan, misalnya : pohon pisang (Musa paradisiaca L),pohon pinang (Areca catechu L. ), bambu (Bambusa sp.), dan lain-lain. Tumbuhan yangmempunyai daun yang lengkap tidak begitu banyak jumlah jenisnya.Kebanyakan tumbuhan mempunyai daun yang kehilangan satu atau dua bagian dari tigabagian tersebut diatas. Daun yang demikian dinamakan daun tidak lengkap.Mengenai susunan daun yang tidak lengkap ada beberapa kemungkinan :
a.       Hanya terdiri atas tangkai dan helaian saja, contoh : nangka (Artocarpusintegra Merr. ), mangga ( Mangifera indica L. )
b.      Daun terdiri atas pelepah daun dan helaian, conyoh: padi (Oryza sativa L.),jagung (Zea mays L.)
c.       Daun hanya terdiri atas helaian saja tanpa pelepah dan tangkai, contoh :biduri (Calotropis gigantea R.Br. )
d.      Daun hanya terdiri atas tangkai saja, contoh : Acacia auriculiformis A. Cunn.

Keadaan daun dapat dilihat dari mengenal faktor identifikasi daun, yaituCircumscriptio (bentuk daun), apex (ujung daun), basis (pangkal daun), nervus (Tulangdaun), margo (pinggiran daun), dan intervenum (daging daun). Lebih detailnya bisa dilihatdari daftar lampiran gambar.
Tumbuhan bila ditinjau dari keadaan foliumnya, ada yang mempunyai daun tunggal (foliumsimplex) dan daun bersusun/majemuk (folium compositum). Perbedaannya adalah sebagaiberikut :
a.       Waktu tumbuh
–          Foliolum pada setangkai daun majemuk tumbuhnya bersamaan
                  Daun-daun tunggal pada sebuah ranting pertumbuhannya pada waktuyang berlainan.
b.      Waktu gugur 
 
         Foliolum pada daun majemuk gugurnya pada waktu yang relatif bersamaan, kalau pun yang gugurnya secara selembar demi selembar maka petiolous communisnya atau tangkai daunnya bersamanya akangugur pula.
        Daun tunggal pada suatu ranting berguguran pada waktu yang berlainansampai ranting sampai ranting itu gundul sekalipun, ranting tersebut akantetap melekat pada cabang atau batang tumbuhannya.

c.       Ada tidaknya kuncup ketiak (gemma axilaria)
         Pada anak daun F. Compositum pada axilarianya (ketiaknya) tidakterdapat kuncup ketiak
        Pada daun tunggal, pada axilarianya terdapat kuncup ketiak
d.      Ada tidaknya kuncup akhir (gemma terminalia)
         Pada F. Compositum di bagian ujungnya tidak terdapat kuncup akhi
        Pada F. Simplek di bagian ujung rantingnya kuncup akhir dapat tumbuh.

III.            PEMBAHASAN
A.    DAUN SEMPURNA / DAUN LENGKAP
1.      Daun pisang (Musa paradisiaca L.)
Klasifikasi      :
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Sub kelas         : Zingiberidae
Ordo                : Zingiberales
Famili             : Musaceae
Genus              : Musa
Spesies            : Musa paradisiaca

KARAKTERISTIK TUMBUHAN
Seperti halnya daun tebu dan daun bambu, daun pisang juga merupakan daun yang lengkap karena terdiri dari pelepah daun (vagina) yang saling  membalut dengan daun yang lain, tangkai daun (petiolus) dan helaian daunnya (lamina) lebar dengan  bangun daun yang berbentuk jorong (ovalis atau ellipticus), ujung daun dan pangkal daunnya tumpul (obtusus), dan tepi daunnya rata (integer).
Daging daun pisang seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), pertulangan daun menyirip (penninervis). Pada permukaan daun bagian atas terasa licin (laevis) karena berselaput lilin. Warna daun pisang pada bagian atas adalah hijau tua dan hijau pucat pada bagian bawah, bangun daunnya jorong, ujung daunnya tumpul, pangkal daun membulat, tepi daun rata.
Daun pisang (Musa acuminata) merupakan jenis daun tunggal dan termasuk daun sempurna karena bagian daunnya lengkap terdiri dari pelepah dauh, tangkai daun dan helaian daun. Daun pisang memiliki ujung daun (apex folli) yang membulat, pangkal daun (basis folli) yang berlekuk, tepi daun (margo folli) yang rata, bangun daun (circumscroipto) berupa lanset, daging daun (intervenium) seperti kertas, pertulangan daun (nervatio) yang menyirip, warna daun pada bagian atas berwarna hijau tua dan bagian bawahnya berwarna hijau muda yang mengkilat, serta bagian bawahnya berselaput lilin. Daun pisang termasuk daun lengkap.

EFEK FARMAKOLOGI
Daun pisang dapat mengurangi penguapan cairan karena terdapat lapisan lilin. Daun ini juga menimbulkan sensasi dingin pada kulit tubuh, tidak melekat pada luka, dan mempunyai permukaan yang luas sehingga dapat melingkupi semua bagian tubuh. Pada penelitian yang dilakukan oleh Evi Rohmatun yang berjudul ”Sifat Fisis dan Efek Salep Ekstrak Daun Pisang Muda (Musa Paradisiaca, Linn) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kulit Punggung Kelinci” ekstrak daun pisang muda membantu penyembuhan luka bakar dengan hasil yang cukup signifikan.

2.      Daun talas ( Xanthosoma Roseum)
Klasifikasi
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Ordo                : Arales
Famili              : Araceae
Genus              : Xanthosoma
Species            : Xanthosoma roseum

KARAKTERISTIK TUMBUHAN
Daun talas juga merupakan daun yang lengkap karena terdiri dari pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daunnya (lamina) lebar dengan  bangun daun yang berbentuk perisai, ujung daunnya tajam dan pangkal daunnya tumpul (obtusus), dan tepi daunnya rata (integer).
Daging daun talas seperti kertas (papyraceus atau chartaceus), pertulangan daun menyirip (penninervis). Pada permukaan daun bagian atas terasa licin (laevis) karena berselaput lilin. Warna daun talas pada bagian atas adalah hijau tua dan hijau pucat pada bagian bawah.
EFEK FARMAKOLOGI :
Umbi talas memiliki efek farmakologis anti pembengkakan (antiswelling). Kandungan kimia yang ada dalam tumbuhan ini adalah zat besi, kalsium, garam fosfat, vitamin A dan B. Bagian yang bisa dipakai adalah daun, umbi, dan seluruh tumbuhan. Selain itu talas juga mengandung banyak karbohidrat dan protein yang terkandung dalam umbinya sedangkan daunnya dipergunakan sebagai sumber nabati.

B.     DAUN TIDAK SEMPURNA / DAUN TIDAK LENGKAP
1.      Daun mangga (Mangifera indica L.)
Klasifikasi      :
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : Arnacardiaceae
Genus              : Mangifera
Species            : Mangifera indica


KARAKTERISTIK TUMBUHAN
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang daunnya tidak lengkap  karena hanya terdiri dari tangkai (petiolus) dan helaian daun (lamina) saja. Bangun daunnya memanjang, ujung daun meruncing, dan pangkal daunnya tumpul. Tumbuhan ini memiliki daging daun kulit atau belulang dengan tepi daun yang rata (integer).
Pada daun mangga, pertulangan daunnya menyirip (penninervis) pada permukaan atas dan bawah daunnya berbingkul. Daun mangga berwarna hijau tua pada bagian atas dan hijau muda pada bagian bawah.
Bangun daun mangga adalah jorong, ujung daunnya meruncing namun untuk bagian pangkal daunnya runcing saja, tepi daunnya rata tanpa gelombang. Daging daunnya tipis seperti kertas dan pertulangannya menyirip, tulang daun pada daun mangga sangat jelas dan tebal mulai dari ibu tulang daun hingga anak tulang daun. Permukaan daun bagian atas dan bawahnya sama-sama licin. Untuk warna daunnya bagian atas daun berwarna hijau agak tua disbanding bagian bawahnya.

EFEK FARMAKOLOGI :
Para ahli meyakini mangga adalah sumber karotenoid yang disebut beta crytoxanthin, yaitu bahan penumpas kanker yang baik. Mangga juga kaya vitamin antioksidan seperti vitamin C dan E. Satu buah mangga mengandung tujuh gram serat yang dapat membantu sistem pencernaan. Sebagian besar serat larut dalam air dan dapat menjaga kolesterol agar tetap normal.

Mangga memiliki sifat kimia dan efek farmakologis tertentu, yaitu bersifat pengelat (astringent), peluruh urine, penyegar, penambah napsu makan, pencahar ringan, peluruh dahak dan antioksidan. Kandungan asam galat pada mangga sangat baik untuk saluran pencernaan. Sedangkan kandungan riboflavinnya sangat baik untuk kesehatan mata, mulut, dan tenggorokan.
Mangga pun berkhasiat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya radang kulit, influenza, asma, gangguan pengelihatan, gusi berdarah, radang tenggorokan, radang saluran napas, sesak napas dan borok. Selain itu juga bisa mengatasi bisul, kudis, eksim, perut mulas, diare, mabuk perjalanan, cacingan, kurang nafsu makan, keputihan, gangguan menstruasi, hernia dan rematik.
Mangga ditanam untuk buahnya.  Daun mangga mengandung senyawa organic tarakserol-3 beta dan ekstrak etil asetat yang bersinergis dengan insulin mengaktivasi GLUT4 dan menstimulasi sintesis glikogen, sehingga dapat menurunkan gejala hiperglisemia. Untuk mengobati asma, influenza berat. Sangat baik untuk saluran pencernaan dan melindungi tubuh dari serangan infeksi juga mengurangi kelebihan panas dalam.
2.      Daun Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi)
Klasifikasi

Kingdom               : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom          : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi          : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                     : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                     : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas             : Rosidae
Ordo                      : Geraniales
Famili                    : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus                    : Averrhoa
Spesies                  : Averrhoa bilimbi
KARAKTERISTIK TUMBUHAN
Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan jenis daun majemuk. Daun majemuk tangkainya bercabang-cabang dan pada satu cabang terdapat lebih dari satu helaian daun. Daun belimbing wuluh merupakan daun tidak sempurna karena tidak memiliki bagian daun dengan lengkap. Permukaan atas daun belimbing wuluh berwarna hijau tua dan terdapat bulu-bulu halus dan permukaan bawahnya berwarna hijau muda. Tepi pada daun belimbing wuluh rata (etire), dagingnya seperti kertas dan lumayan tipis (papiraceus), dan susunan tulang daunnya menyirip (penninervis). Ujung daun belimbinng wuluh meruncing (acutus) sedangkan pangkal daunnya membulat (rotundatus)

EFEK  FARMAKOLOGI :
Belimbing wuluh memiliki rasa asam  dan bersifat sejuk.Pada bagian batang mengandung saponin, tanin, asam format, glukosida, kalsium oksalat, sulfur dan peroksida.Pada bagian daun mengandung tarlin , sulfur, asam format, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat.
Efek farmakologis Blimbing wuluh  diantaranya menghilangkan sakit, memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, dan pelembut wajah.



IV.            BAHAN DAN CARA KERJA
·         Bahan           :
1.      Daun Lengkap                  : Xanthosoma Roseum (Daun Talas), Musa acuminate ( Daun Pisang)
2.      Daun Tidak Sempurna      : Averrhoa Bilimbi (Belimbing Wuluh), Magnifera Indica (Mangga)
·         Cara Kerja       :
        Siapkan seluruh bahan berupa daun sempurna dan tidak sempurna
        Deskripsikan Morfologi dari daun sempurna maupun tak sempurna
        Buatlah gambar daun sempurna dan tak sempurna, beserta bagian-bagiannya
        Bandingkan Hasil Pengamatan Dengan Sumber Pustaka
         
V.            ANALISA
1.      Daun tunggal mempunyai arti yaitu hanya terdapat satu daun pada tangkai daun, pertumbuhannya terbatas dan tidak mempunyai kuncup pada ujungnya.
2.      Daun  lengkap adalah daun yang memiliki bagian berupa pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun lengkap terdapat pada daun pisang (Musa paradisiaca L.), daun talas (Xanthosoma Roseum)
3.      Daun tidak lengkap mempunyai 3 kemungkinan yaitu :
a.       Daun bertangkai : hanya memiliki tangkai daun dan helaian daun saja. Contohnya : mangga (Mangifera indica L.)
b.      Daun berupih atau berpelepah ; hanya memiliki upih dan helaian daun saja. Contohnya: suku rumput-rumputan.
c.       Daun duduk (sessilis), hanya terdiri dari helaian saja, tanpa memiliki tangkai dan pelepah (upih).
d.      Daun hanya terdiri dari tangkai saja, yang bisa menyerupai seperti helaian daun.
4.      Contoh daun yang tidak lengkap yaitu : daun mangga (Mangifera indica L.), daun belimbing Wuluh (averrhoe Bilimbi), Dll.




VI.            KESIMPULAN
Pada praktikum V ( morfologi daun sempurna dan tak sempurna ) kita dapat mengklasifikasikan berbagai jenis tumbuhan yang memiliki atau berjenis daun sempurna ataupun tak sempurna.dan juga untuk mengetahui morfologi dari bagian-bagian daun sempurna dan tak sempurna.

VII.            DAFTAR PUSTAKA
http://ghinaghufrona.blogspot.com/2011/08/morfologi-daun.html
http://www.bi.itb.ac.id
Buku Petunjuk Praktikum Botani Farmasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar